Peringatan Wajib St. Fransiskus dari Assisi – Sabtu Imam Bacaan Pertama (Barukh. 4:5-12.27-29); Bacaan Injil (Lukas. 10:17-24).
"Namamu tercatat di Surga dan memandang Allah"
Stephen
Covey, penulis buku Best Seller berjudul The Seven (7) Habits (Tujuh
Kebiasaan). Covey memberi kesaksian bahwa kunci kesuskesan adalah sebuah proses atau kebiasaan. Ada tujuh kebiasaan yaitu: proaktif, mulai dengan
tujuan akhir, fokus pada prioritas, berpikir menang-menang, empati, sinergi,
dan mengasah gergaji.
Namun,
Covey menyadari bahwa tujuan hidup bukanlah untuk sukses. Menurutnya, secara
unik manusia memiliki “suara dari dalam” hatinya yaitu suara yang memanggil
secara personal sebagaimana dikembangkannya dalam buku kedua; The Eight (8) Habits. Setiap orang perlu terbuka mendengar "suara dalam" nya. Maka,
kita harus mempu mendengar dan dituntun oleh "suara dari dalam" hati. Dengan demikian,
kita mencapai keagungan atau kebesaran (greatness) pada tiga tingkatan yaitu menjadi
pribadi yang hebat (personal greatness), menjadi pemimpin besar (leadership
greatness), dan organisator yang luar biasa (organizational greatness).
Para
murid bergembira atas kesuksesan dalam bermisi. Mereka berkata kepada Yesus, “Tuhan,
setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Akan tetapi, bagi Yesus, yang
terpenting bukanlah mengalahkan setan, namun perbuatan baik para murid yang
membuat nama mereka tercatat di surga dan mereka bisa memandang Yesus. Oleh
karena itu Yesus berkata, “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk
kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga.”
Marilah
kita meneladani Yesus. Ia menjadi pribadi yang hebat, pemimpin yang besar, dan
organisator yang luar biasa karena Ia adalah Sang Kebenaran Sejati dan seluruh
tindakan-Nya adalah kebenaran. Kita pun bisa menjadi pribadi, pemimpin, dan
organisator yang mencapai keagungan dan kebesaran, jika kita mampu mendengarkan “suara dari
dalam" hati kita yang memanggil dan menggerakan pikiran, tubuh, dan roh kita. “Suara dari dalam” hati itu adalah hati nurani. Tuhan memberkati kita sekalian, amen.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian – Pekan Biasa XXVI; Sabtu, 4 Oktober 2025"