Renungan Harian: Kamis, 19 Februari 2026 (Hari Sesudah Rabu Abu)

 


Bacaan I. Ulangan 30:15-20

Mazmur Tanggapan. Mzr 1:1-2.3.4.6

Bacaan Injil. Lukas 9:22-25

 

“Tiada kebahagiaan tanpa penderitaan, tiada hidup kekal tanpa Salib”

Saudara-saudariku, hidup ini membutuhkan pilihan. Kita pasti memilih segala sesuatu yang berguna dan minimal membahagiakan diri sendiri. Dalam menentukan sebuah pilihan, kita pasti memikirkan dan mempertimbangkan dengan masak-masak perihal untung atau rugi, beresiko atau tidak, dan lain-lain.

Sesuatu yang tidak mendatangkan untung dan sebaliknya beresiko tinggi lebih cepat dihindari. Secara manusiawi, kita lebih memilih segala sesuatu yang membahagiakan entah bagi kita sendiri maupun bagi kita dan dan sesama.

Saudaraku, hal yang baik itu belum tentu benar. Tetapi yang benar itu sudah pasti baik. Namun, bukan menyangkut rasa senang dan bahagia. Bagi Yesus, pilihan itu haruslah baik sekaligus benar. Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh, tetapi dibangkitkan pada hari ketiga.”

Tidak ada kebahagiaan tanpa kita melewati jalan perjuangan bahkan penderitaan. Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi siapa yang kehilangan nyawa karena Aku, akan mendapatkannya kembali. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri”?

Saudaraku, bukan soal berapa jumlah resiko dan konsekuensi di balik pilihan, melainkan tujuan yang kita capai dari sebuah pilihan. Tidak ada jalan lain selain pertobatan yaitu melepaskan kebiasan-kebiasan lama meskipun tidak mudah karena menutut pengorbanan diri.

Kita sedang memasuki masa tobat, puasa dan pantang. Maka saudaraku, marilah kita mengikuti Yesus dengan cara, menyadari dan melepaskan kebiasan-kebiasaan lama kita yang membinasakan diri dan tidak menyelamatkan kita, sekecil apapun kebiasaan kita itu.  Tuhan Yesus senantiasa memberkatimu, saudaraku.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Kamis, 19 Februari 2026 (Hari Sesudah Rabu Abu)"