Renungan Harian: Sabtu, 21 Februari 2026

 


Bacaan I. Yesaya 58:9b-14

Mazmur Tanggapan. Mzr 86:1-2.3-4.5-6

Bacaan Injil. Lukas 5:27-32

 

“Aku datang untuk memanggil orang yang berdosa, bukan orang benar: Sabda Yesus”

Saudaraku, seorang Bapa Gereja dan Teolog ternama dari Hippo yaitu St. Agustinus pernah berkata, “Meskipun dosa manusia sangat mendalam, namun cinta dan anugerah Allah jauh lebih besar untuk  memulihkan manusia.”

Setiap orang pasti pernah berbuat salah dan dosa, dan karena itu ia sering dinilai atau dicap jelek oleh orang lain. Kita pasti merasa sedih bahkan terluka, ketika kita pernah mengalami dijauhi bahkan tidak diakui keberadaan kita oleh sesama karena kesalahan dan dosa kita. Dalam situasi itu, kita pasti membutuhkan pertolongan. Mungkin kita sadar dan ingin bertobat, namun satu hal yang pasti adalah kita berharap ada orang yang menerima diri kita.

Lewi adalah si pendosa yang sungguh berbahagia. Ia berdosa dan telah dilabeli oleh masyarakat pada zamannya sebagai "pendosa" karena pekerjaannya sebagai pemungut cukai. Namun, ia sangat diterima dan dikasihi oleh Yesus. Yesus berkata kepadanya, Ikutlah Aku.” Yesus bahkan menerima tawaran Lewi untuk makan bersama di rumahanya.

Saudaraku, apakah dirimu mengalami sungguh bahwa Allah menerima dan mengasihimu meski dirimu rapuh dan berdosa? Ataukan selama ini kita menjauh dari Tuhan karena kita merasa sudah terlalu banyak berdosa? Apakah kita terlalu malu dan minder dengan diri dan sesama karena sudah terlanjur dinilai sebagai pribadi yang buruk dan jelek oleh sesama? Atau sebaliknya, kitalah yang menambah salib dan beban berat bagi sesama dengan menyalahkan, menilai, menghukum, dan menjauhinya?

Saudaraku, jangan cemas, takut dan gelisah. Kita seperti Lewi yang sering selalu disalahkan. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sunggut kepada murid-murid Yesus katanya, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Namun Yesus berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”

Saudaraku, sadarlah bahwa kita dikasihi Tuhan. Selami dan rasakanlah getaran kasih Tuhan bagi kita, karena pertobatan terjadi karena kasih Allah yang kita rasakan dan alami. Tanpa merasa dikasih Allah, kita tak akan mengalami rahmat pertobatan yang sesungguhnya.

Saudaraku, bertobat berarti, kita seperti Lewi. Ketika dipanggil oleh Yesus, “Ikutlah Aku”, maka kita dapat berdiri dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus kemanapun Yesus pergi. Itulah arti dan makna pertobatan. Berdiri berarti kita berani mengambil keputusan untuk mengikuti Yesus, meninggalkan segalanya berarti kita tidak tinggal dalam gaya hidup lama, dan mengikuti Yesus berarti selama-lamanya kita tetap setia menjadi murid Yesus. Tuhan Yesus senantiasa memberkatimu, saudaraku.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Sabtu, 21 Februari 2026"