Renungan Harian: Senin, 23 Februari 2026 (Pekan Prapaskah I)

 


Bacaan I. Imamat 19:1-2.11-18

Mazmur Tanggapan. Mzr 19:8.9.10.15

Bacaan Injil. Matius 25:31-46

 

“Apa yang kamu lakukan untuk saudaraku yang paling hina ini, itu kau lakukan untuk Aku”

Saudaraku, ada seorang pria tua yang sudah lama pensiun setelah mengabdi puluhan tahun sebagai guru SD di sebuah desa terpencil. Namanya Pak Iskandar. Ia tiba-tiba didatangi seorang Pilot ternama dalam sebuah acara sederhana di alun-alun kota. Ketika itu, sang Pilot langsung menyambangi, menjabat tangan dan mencium tangannya sambil berkata, “Terima kasih Pak Guru, saya sudah berhasil karena didikan Pak Guru sejak dulu di SD. Pak Iskandar terheran-heran dan penasaran dengan pria muda berwibawa itu. Ia lalu bertanya, “siapa namamu?” Jawab sang Pilot, “Saya Anton yang sering dimarahi dan dipaksa oleh Pak Guru supaya harus bisa membaca dan menulis dengan baik dan lancar. Sekarang saya sudah berhasil. Tanpa Pak Guru, saya tak mungkin bisa menggapai cita-cita saya. Terima kasih banyak Pak Guru.” Rasa haru penuh syukur menjadi saksi dari momen benih kebaikan yang ditaburkan puluhan tahun silam. Anton dan Pak Iskandar terharu dan saling merangkul. Sebagai ucapan terima kasih, Anton menghadiahkan tiket pesawat kepada gurunya untuk berlibur ke beberapa daerah wisata terkenal. Saudaraku, berkat itu selalu mengalir bagi mereka yang tulus berbuat baik kepada siapapun.

Kedatangan Anak Manusia diumpamakan sebagai raja yang bersemayam di atas takhta kemuliaan. Ia mengumpulkan semua bangsa, lalu memisahkan domba-domba di sebelah kanan, sementara kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Saudaraku, kebaikan yang kita taburkan akan bertumbuh subur dan berbuah masak. Demikian kata-kata sang raja kepada domba-domba, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”

Orang-orang benar itu bertanya, “Tuhan, bilamana kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan atau haus dan kami memberi Engkau minum, memberi tumpangan, pakaian, atau melawat Engkau? Maka Raja itu berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Sementara itu, kepada orang-orang yang di sebelah kiri, Ia berkata, "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.” Mereka semua masuk ke dalam siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.

Saudaraku, mungkin kita pernah bangga bahwa kita telah melakukan banyak hal. Dengan ilmu dan profesi kita, kita telah melakukan banyak karya-karya besar. Oleh karena itu, kita merasa bangga dan berpuas diri bahkan angkuh atau sombong. Namun Mother Teresa pernah berkata, “Lakukanlah hal-hal kecil dan sederhana, namun dengan cinta yang besar.”

Saudaraku, bukan soal seberapa banyak dan seberapa besarnya karya-karya dan pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan. Hidup kekal justru dianugerahkan oleh Allah bagi mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan baik yang kecil dan sederhana, namun dengan cinta yang besar. Kepada siapa kita berbuat baik? Jawab Yesus, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang yang paling hina ini, itu kau lakukan untuk Aku.” Momen Puasa dan Pantang adalah saat dimana kita memperbaharui kembali diri kita untuk selalu dapat menanggapi undang rohani: "Mari kita melayani Tuhan melalui saudara-saudara yang lemah di sekitar kita." Tuhan Yesus senantiasa memberkatimu, saudaraku.

Posting Komentar untuk "Renungan Harian: Senin, 23 Februari 2026 (Pekan Prapaskah I)"